Breaking News
Home » Bakalan » Kriteria Tanaman yang Dapat Dibuat Bonsai

Kriteria Tanaman yang Dapat Dibuat Bonsai

bonsai2Tidak semua tanaman dapat dibuat menjadi bonsai. Terdapat kriteria tertentu dari tanaman yang dapat dijadikan bonsai. Tentunya tanaman yang akan dijadikan bonsai harus dipilih dari jenis yang mempunyai sifat-sifat yang sesuai atau dapat disesuaikan dengan ciri-ciri bonsai. Berikut ini akan dijelaskan mengenai kriteria tanaman yang dapat dibuat bonsai yaitu sebagai berikut:

1. Tanaman dikotil

Tanaman dikotil atau berkeping dua pada umumnya memiliki daya adaptasi yang baik terhadap lahan yang sempit di dalam pot. Tumbuhan dikotil biasanya berbentuk pohon yang keras dan berkambium sehingga jenis tanaman ini merupakan yang paling ideal untuk dijadikan bonsai. Sedangkan tumbuhan jenis monokotil atau berkeping satu kurang mampu beradaptasi dengan lahan sempit di dalam pot. Namun, ada juga jenis tanaman monokotil yang dapat dijadikan bonsai seperti kelapa gading, kelapa puyuh, dan bambu.

2. Berumur panjang

Tanaman yang akan dijadikan bonsai juga harus berumur panjang yang dapat mencapai umur puluhan bahkan ratusan tahun hidup di alam bebas. Hal ini penting untuk diperhatikan karena bonsai merupakan seni yang terus tumbuh sehingga memerlukan tanaman yang dapat bertahan hidup puluhan bahkan sampai ratusan tahun.

3. Tahan hidup menderita

Tanaman yang akan dijadikan bonsai sebaiknya tahan atau mampu beradaptasi terhadap hujan dan panas serta tahan (beradaptasi) terhadap kondisi wadah yang sempit dan terbatas seperti di dalam pot. Sebagai bonsai, tanaman harus dapat hidup terus meskipun jumlah makanan dan nutrisinya sedikit dengan perkembangan akar dan batang yang seadanya.

4. Bentuknya indah secara alami

Tanaman atau pohon yang akan dijadikan bonsai secara alami harus sudah memiliki daya tarik atau keindahan, baik pada daun, batang, akar, bunga maupun buahnya. Keindahan pada bonsai akan semakin menonjol dan proporsional setelah mendapatkan perlakuan sesuai dengan tata cara pembonsaian yang benar.

5. Tahan mendapat training atau perlakuan

Selain bentuknya yang indah secara alami, tanaman yang akan dijadikan bonsai dapat dibentuk dan dipaksa atau tahan terhadap training (proses penyempurnakan bentuk pohon) sehingga bentuk tanaman atau pohon dapat diubah menjadi seperti yang diiginkan. Untuk mendapatkan bonsai yang sempurna, pohon atau bakalan bonsai perlu diperlakukan dengan teknik-teknik tertentu. Perlakuan terhadap tanaman (training) merupakan bentuk penyiksaan terhadap tanaman. Tanaman yang tidak tahan terhadap perlakuan tersebut biasanya akan mati. Oleh karena itu, tanaman yang akan dijadikan bonsai harus tahan dipahat, dikawat dan juga dipangkas setiap saat.

6. Tidak tumbuh terlalu cepat

Tanaman yang akan dijadikan bonsai sebaiknya tidak tumbuh telalu cepat sehingga bentuknya juga tidak cepat berubah. Tanaman yang tidak tumbuh terlalu cepat maksudnya di sini yaitu tanaman tidak cepat tumbuh tinggi melainkan tumbuh membesar.

7. Berdaun lebat, kecil dan tidak mudah rontok

Selain memiliki kriteria yang disebutkan di atas, ada beberapa jenis tanaman yang mempunyai kelebihan sebagai bakal bonsai karena memiliki satu atau beberapa kelebihan diantaranya yaitu:

  • Akar tunjang (sulur)
  • Permukaan kulit (texture) yang menarik
  • Bentuk batang yang berliku-liku secara artistik-dekoratif
  • Memiliki bunga-bunga yang harum, indah, berwarna terang akan tetapi kecil-kecil
  • Buah-buah kecil yang berwarna warni
  • Bentuk dan/atau warna kuncup daun-daun muda yang menyolok

Ada pohon-pohon tertentu yang memenuhi syarat keindahan tertapi tidak memenuhi syarat training. Ada juga pohon yang pertumbuhannya terlalu cepat tinggi, daunnya mudah sekali rontok atau terlalu lebat serta ada juga tanaman yang umurnya singkat. Tanaman yang tidak berbentuk pohon serta tanaman dengan kriteria tersebut seandainya dapat dibuat bonsai, maka tidak akan memiliki nilai sebagai bonsai sejati.


Sumber:

Hardiansyah B. 2006. Membuat dan Mempercantik Bonsai untuk Pemula. Jakarta: PT AgroMedia Pustaka.

Paimin FB, Nazaruddin. 1992. Seni Bonsai Lanjutan. Jakarta: Penebar Swadaya.

Sigit S. 1993. Bonsai: Cara Membuat dan Merawat Pohon Mini. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

 

Check Also

Latar Belakang Spiritual dari Bonsai

Seni bonsai pertama kali muncul di Cina sedangkan kata bonsai berasal dari bahasa jepang. Seni …