Breaking News
Home » Bakalan » Jenis-Jenis Tanaman yang Dapat Dijadikan Bonsai

Jenis-Jenis Tanaman yang Dapat Dijadikan Bonsai

Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki beranekaragam jenis tanaman. Oleh sebab itu, Indonesia memiliki berbagai jenis tanaman yang dapat dipilih untuk dijadikan bonsai. Tanaman tropis di Indonesia memiliki keunikan dan keeksotisan tersendiri dan tidak kalah nilainya dengan tanaman yang hidup di negara dengan empat musim seperti Jepang, Cina atau negara-negara di bagian barat. Adapun jenis-jenis tanaman yang dapat dijadikan bonsai terutama jenis tanaman yang mampu tumbuh baik di Indonesia di antaranya sebagai berikut:

1. Asam

Kelebihan dari tanaman asam yaitu akar dan batangnya yang keras dan kokoh sehingga tampak tua jika dijadikan bonsai. Jenis tanaman asam yang dapat dijadikan bonsai yaitu:

a. Asam jawa (Tamarindus indica)

  • Tanaman asam jawa termasuk ke dalam famili Caesalpiniaceae.
  • Daerah asal tanaman asam jawa belum diketahui secara pasti.
  • Asam jawa cocok hidup di dataran rendah sebagai tanaman peneduh di pinggir jalan.
  • Tinggi tanaman ini dapat mencapai 15 – 25 meter.
  • Tanaman ini memiliki batang berwarna cokelat kehitaman dengan diameter dapat mencapai 1 meter.
  • Daunnya berselang-seling dan menyirip genap.
  • Tanaman ini memiliki bunga kecil-kecil dan mudah rontok.
  • Buahnya berbentuk polong dan bertangkai.
  • Buahnya berwarna cokelat, berbiji banyak dan rasanya asam.

b. Asam belanda (Pithecellobium dulce)

  • Tanaman ini diduga berasal dari Amerika tropis yang masuk ke Indonesia setelah dibawa oleh bangsa Portugis.
  • Warna dasar daunnya lebih tua daripada asam jawa.
Bonsai dari tanaman asam jawa (Tamarindus indica)
Sumber: http://artofbonsai.org

Gambar 1 Bonsai dari tanaman asam jawa (Tamarindus indica)

2. Beringin (Ficus benjamina)

Beringin apabila dijadikan bonsai memiliki banyak kelebihan dan keunggulan di antaranya:

  • Memiliki daun yang rimbun.
  • Akar dapat dibentuk dalam berbagai gaya.
  • Sangat mudah beradaptasi atau menyesuaikan diri dalam media yang terbatas.

Para pebonsai biasa menyebut beringin sebagai bonsai khas Indonesia. Jenis beringin sangat beragam, tetapi jenis beringi yang paling banyak diminati yaitu beringin filipina. Selain itu, jenis beringin lainnya dari genus Ficus yang dapat dijadikan bonsai yaitu:

  • Beringin karet (Ficus retusa)
  • Beringin korea (Ficus koreana)
  • Ampelas (Ficus hampelas)
  • Bunut (Ficus glauca)
  • Cantigi (Ficus disticha)
  • Getah perca (Ficus elastika)
Bonsai dari tanaman beringin (Ficus benjamina)
Sumber: http://artofbonsai.org

Gambar 2 Bonsai dari tanaman beringin (Ficus benjamina)

3. Cemara

Cemara (Casuarina equisetifolia) termasuk tanaman yang mudah dijadikan bonsai serta terkenal sebagai bakalan bonsai yang baik. Cemara ditanam dengan grouping atau sendiri-sendiri tanaman ini tetap menarik. Tanaman cemara banyak digemari masyarakat, beberapa pihak mulai mengkhawatirkan jika tanaman ini terus diambil dapat mengakibatkan terjadi kepunahan cemara dari habitat aslinya. Ciri-ciri dari tanaman cemara yaitu:

  • Cemara dapat tumbuh pada ketinggian 25 m.
  • Memiliki bonggol yang besar dan berlekuk-lekuk.
  • Memiliki ranting yang hijau beralur.
  • Kayunya keras dan beralur indah sehingga batang bonsai dari tanaman ini sering diukir.
  • Memiliki daun yang tipis dan kaku tampak sangat segar.
  • Buahnya kering dengan ujung segi tiga lancip yang memiliki sayap berupa selaput.
  • Cemara dapat hidup di daerah pantai yang berpasir hingga pedalaman.
  • Tanaman ini sangat tahan terhadap kekeringan dan serangga hama atau penyakit.
  • Di daerah yang belum terjamah banyak dijumpai cemara tumbuh secara liar.

Jenis-jenis tanaman cemara yang cocok untuk dijadikan bonsai yaitu:

  • Cemara duri (Juniperus rigida atau Juniperus chinensis)
  • Cemara buaya (Juniperus horisontalis)
  • Cemara papua (Cupressus papuanus)
  • Cemara udang atau cemara laut (Casuarina equisetifolia)
Bonsai dari tanaman cemara (Casuarina equisetifolia)
Sumber: http://artofbonsai.org

Gambar 3 Bonsai dari tanaman cemara (Casuarina equisetifolia)

4. Jeruk

Banyak jenis jeruk yang menarik untuk dijadikan bonsai. Daya tarik utama bonsai jeruk adalah paduan antara tanaman kerdil dengan buahnya yang berwarna oranye cerah atau hijau serta beraroma khas. Untuk mengimbangi keindahan buah yang dimiliki tanaman jeruk, disarankan memilih tanaman jeruk yang berbentuk pohon dan bukan yang berbentuk semak atau perdu. Ciri-ciri tanaman jeruk yaitu:

  • Memiliki daun yang berwarna hijau dengan posisi saling berhadapan atau bersilangan dengan kelenjar minyak yang transparan.
  • Panjang daun 2 cm.
  • Tanaman jeruk memiliki bunga berkelamin dua dengan jumlah kelopak 4 – 5.
  • Ukuran buah dan warnanya bermacam-macam tergantung dari jenisnya.

Jenis-jenis tanaman jeruk yang cocok untuk dijadikan bonsai yaitu:

  • Jeruk bali (Citrus maxima)
  • Jeruk keprok (Citrus nobilis)
  • Jeruk kingkit (Triphasia trifolia)
Bonsai dari tanaman jeruk
Sumber: http://www.pinterest.com

Gambar 5 Bonsai dari tanaman jeruk

5. Kelapa

Dibandingkan dengan keluarga Palmae lainnya yang sulit untuk dijadikan bonsai, maka kelapa adalah pengecualiannya.

  • Kelapa (Cocos nucifera) mudah hidup di daerah dengan ketinggian 0 – 700 m dpl.
  • Tinggi tanaman yang berbatang lurus menjulang ini dapat mencapai lebih dari 30 m di alam bebas.
  • Pangkal batangnya membesar.
  • Daunnya tersusun dalam tajuk.
  • Anak daun tanaman ini dapat mencapai 120 buah.
  • Karangan bunganya tersusun dengan bunga jantan dan bunga betina yang berdekatan.
  • Bentuk buahnya bulat terlur terbalik dengan kulit buah berserabut.
  • Daging buah berwarna putih, di tengahnya terdapat cairan.
  • Jenis kelapa yang dapat dijadikan bonsai adalah yang ukuran buahnya kecil dan bentuk buahnya menarik seperti kelapa gading dan kelapa puyuh.
Bonsai dari tanaman kelapa
Sumber: http://ibonsaiclub.forumotion.com

Gambar 5 Bonsai dari tanaman kelapa

6. Sawo

  • Tanaman ini memiliki pohon yang mengandung getah.
  • Kemungkinan tanaman ini berasal dari dataran Amerika Selatan.
  • Di alam bebas sawo dapat mencapai ketinggian 5 – 15 m.
  • Kulit batangnya tidak rata.
  • Daunnya tunggal dan menyebar.
  • Memiliki bunga yang biasanya berkelompok di ketiak.
  • Buahnya menggantung berbentuk bulat. Buahnya ada yang berkulit kasar kecokletan (sawo manila), licin kehijauan (sawo duren), dan berukuran kecil (sawo kecik).
  • Warna biji buah ada yang hitam mengkilap dan cokelat muda.

Jenis-jenis sawo yang cocok untuk dijadikan bonsai yaitu:

  • Sawo manila (Achras zapota)
  • Sawo duren (Chrysophylum cainito)
  • Sawo kecik (Manilkara kauki)
Bonsai dari tanaman sawo
sumber: http://www.visualphotos.com

Gambar 6 Bonsai dari tanaman sawo

7. Pinus

  • Pinus (Pinus mercusii) banyak dijumpai tumbuh di hutan-hutan pegunungan.
  • Tanaman ini dapat tumbuh baik pada ketinggian 250 – 2.000 m dpl.
  • Tinggi tanaman ini dapat mencapai 20 – 40 m.
  • Memiliki batang keras yang lurus, ramping, dan banyak mengandung getah.
  • Daunnya berbentuk jarum dengan pangkal diselaputi sisik tipis.
  • Buahnya berbentuk kerucut dengan biji yang pipih.
  • Karena daunnya berwarna hijau cerah dengan bentuk daun yang unik, maka bonsai dari tanaman pinus memiliki daya tarik tersendiri.
Bonsai dari tanaman pinus (Pinus mercusii)
Sumber: http://www.les-vegetaliseurs.com

Gambar 7 Bonsai dari tanaman pinus (Pinus mercusii)

 

8. Siantho

Nama lain tanaman sianto (Eugenia unifloral atau Eugenia michelli) di Indonesia yaitu dewa ndaru atau ceremai belanda. Tanaman ini sering dimanfaatkan sebagai tanaman pagar terutama di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

  • Tanaman ini diduga berasal dari Amerika Selatan.
  • Ketinggian normal dari tanaman ini mencapai 5 meter.
  • Buahnya berbentuk bulat kecil dan dapat dimakan meskipun rasanya sepat sedikit manis.
  • Buah sianto jumlahnya banyak dan warnanya merah sehingga bentuknya menarik jika dijadikan bonsai.

Bonsai dari tanaman siantho (Eugenia unifloral)Gambar 8 Bonsai dari tanaman siantho (Eugenia unifloral)

9. Kupa landak

Bonsai dari jenis tanaman ini banyak diminati para eksportir karena keindahan batang, daun dan buahnya sangat harmonis. Masyarakat umum menyebut tanaman ini dengan sebutan rukam. Ciri-ciri dari tanaman ini yaitu:

  • Tanaman kupa landak (Sysginium cauliflora) termasuk jenis tanaman dikotil.
  • Merupakan tanaman perdu dengan tinggi 5 – 7,5 m.
  • Batangnya berkayu, tegak, bulat, berduri, dan warnanya putih kotor.
  • Berdaun majemuk dengan posisi tersebar, berbentuk lonjong, dengan panjang sekitar 7 cm dan lebar 2,5 cm.
  • Ujung daun runcing dan pangkalnya tumpul, tepinya rata, pertulangan menyirip dan berwarna hijau.
  • Bunganya majemuk dengan bentuk tandan terdiri atas 3 – 6 helai dan berwarna putih.
  • Buahnya berbentuk batu dengan diameter 1,5 – 2 cm dengan warna merah kehitaman.
  • Buahnya tunggal dan jarang yang ganda. Buah berwarna merah, keras seperti batu

 Bonsai dari tanaman kupa landak (Sysginium cauliflora)
Gambar 9 Bonsai dari tanaman kupa landak (Sysginium cauliflora)

10. Ulmus

Tanaman ulmus (Ulmus lancaefolia) termasuk tanaman berkayu keras dengan percabangan yang banyak. Penampilan tanaman ulmus sebagai tanaman kerdil sangat menarik terutama jika dipadukan dengan pot yang sesuai. Tanaman ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Batang utama besar, kokoh dan tahan terhadap pahatan.
  • Daunnya lebat dan berukuran agak besar.
  • Tanaman ini sangat toleran terhadap lingkungan dan iklim.
  • Di Indonesia tanaman ulmus tumbuh liar di pantai utara dan selatan Pulau Jawa.

Bonsai dari tanaman ulmus (Ulmus lancaefolia)
Gambar 10 Bonsai dari tanaman ulmus (Ulmus lancaefolia)

Selain dari jenis-jenis tanaman yang telah dijelaskan di atas, masih banyak lagi tanaman lainnya yang dapat dijadikan bonsai. Adapun jenis tanaman tersebut yaitu:

  • Minten (Malphigia coccigera)
  • Trenggulun (Protium javanicum)
  • Serut (Streblus asper)
  • Wareng (Gmelina asiatica)
  • Kamboja merah (Plumeria rubra)
  • Landepan (Olectronia horrida)
  • Panitian (Durante repense)
  • Sagaretia (Sagaretia theezans)
  • Serut pagar (Carmona retusa)
  • Sisir (Cudrania cochinsinensis)
  • Lohansung (Podocarpus macrophyllus)
  • Sancang (Phemma microphylla)
  • Mirten (Maipighia coccigera)
  • Santigi (Phempis acidula)
  • Phusu (Celtis cinensis)
  • Cenderawasih (Phylantus neruri)
  • Lugistrum (Lusgistrum sp.)
  • Soka (Ixora cocinea)
  • Delima (Punica granatum)
  • Jambu biji (Psidium guanjava)
  • Kacapiring (Gardenia augusta)

Sumber:

Hardiansyah B. 2006. Membuat dan Mempercantik Bonsai untuk Pemula. Jakarta: PT AgroMedia Pustaka.

Paimin FB, Nazaruddin. 1992. Seni Bonsai Lanjutan. Jakarta: Penebar Swadaya.

Sigit S. 1993. Bonsai: Cara Membuat dan Merawat Pohon Mini. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

 

Check Also

Latar Belakang Spiritual dari Bonsai

Seni bonsai pertama kali muncul di Cina sedangkan kata bonsai berasal dari bahasa jepang. Seni …