Breaking News
Home » Bonsai » Kesalahan-Kesalahan pada Bakalan Bonsai

Kesalahan-Kesalahan pada Bakalan Bonsai

Kesalahan pada bakalan bonsai
Cabang saling mengait

Bakalan bonsai dapat diperoleh dari berbagai tempat sehingga mempengaruhi juga pada penampilan atau bentuk dari bakalan bonsai yang sangat beragam. Bentuk bakalan bonsai yang baru didapat bisanya belum sempurna. Sering juga terdapat kesalahan-kesalahan yang tidak memenuhi kaidah bonsai yang benar. Supaya dapat menjadi calon bonsai yang bagus, maka kesalahan-kesalahan tersebut dikoreksi atau diperbaiki. Adapun kesalahan yang sering ditemukan pada bakalan bonsai yaitu sebagai berikut:

  1. Cabang tumbuh sejajar (kannuki eda)
    Bakalan bonsai memiliki cabang di bagian kiri dan kanan batang pada ketinggian yang sama.
  2. Cabang tumbuh membentuk lingkaran (kuruma eda)
    Bakalan bonsai memiliki cabang tidak hanya di bagian kiri dan kanan batang saja, melainkan beberapa cabang yang tersebar di permukaan lingkar batang pada ketinggian yang sama.
  3. Cabang tumbuh mengarah ke depan (metsuki eda)
    Arah tumbuh cabang lurus tepat di bagian depan sehingga mengurangi keindahan keseluruhan atau menusuk pandangan.
  4. Cabang tumbuh ke atas atau naik (tachi eda)
    Hal ini sering terjadi pada bakalan bonsai yang umurnya relatif muda. Cabang yang tumbuh ke atas ini harus dihindari karena memberikan kesan tanaman masih muda. Padahal bonsai harus memberi kesan pertumbuhan yang sudah tua atau ditunjukkan dengan arah percabangan yang merunduk.
  5. Cabang tumbuh ke bawah, tetapi menggantung (sagari eda)
    Bakalan bonsai memiliki cabang yang arah tumbuhnya sudah benar yaitu ke bawah. Akan tetapi, kesan yang ditimbulkannya bukanlah cabang yang merunduk, malainkan menggantung. Akibatnya, penampilan tanaman terlihat kurang normal dan tampak lemah.
  6. Cabang saling mengait (karami eda)
    Bakalan bonsai memiliki cabang atau anak cabang yang mengait pada cabang atau anak cabang yang lain. Kesan yang ditimbulkannya adalah pertumbuhan yang serampangan.
  7. Cabang tumbuh menyilang batang (miki kiri eda)
    Arah pertumbuhan cabang tidak tepat ke samping, melainkan membelok melewati batang utama dan terus ke arah yang berlawanan. Kesalahan ini agak mirip dengan pertumbuhan cabang yang saling mengait. Perbedaannya terdapat pada batang utama yang disilang. Kadang-kadang ada juga pertumbuhan cabang yang mengait batang utama. Hal ini dapat terjadi pada tanaman yang berbatang kecil, tetapi cabangnya banyak dan tumbuh tak beraturan.
  8. Ukuran cabang lebih besar dari batang (gyaku bosori eda)
    Proporsi bonsai secara keseluruhan akan terganggu apabila salah satu atau beberapa cabang tumbuh lebih besar dari batang utamanya. Pertumbuhan yang normal adalah cabang tidak melebihi ukuran batang tempatnya tumbuh. Semakin ke atas atau semakin muda suatu cabang, maka ukurannya juga semakin kecil.
  9. Ujung bakalan bonsai terpotong (shinnasi)
    Ujung batang atau kepala bakalan bonsai dapat terpotong karena suatu hal. Hal ini dapat disebabkan karena perlakuan pengambilan bakalan bonsai yang kurang hati-hati. Bakalan bonsai hasil buruan dari alam sering mengalami hal tersebut.

Kesalahan pada bakalan bonsaiIMG_20140706_124119Gambar 1 Kesalahan-kesalahan pada bakalan bonsai

 

Sumber:

Paimin FB, Nazaruddin. 1992. Seni Bonsai Lanjutan. Jakarta: Penebar Swadaya.

Pessey C, Samson R. 1992. Bonsai Basics: A Step-By-Step Guide to Growing, Training and General Care. New York: Sterling.

 

Check Also

Latar Belakang Spiritual dari Bonsai

Seni bonsai pertama kali muncul di Cina sedangkan kata bonsai berasal dari bahasa jepang. Seni …