Breaking News
Home » Bonsai » Cara Membuat Bakalan Bonsai

Cara Membuat Bakalan Bonsai

Bakalan bonsai tidak hanya dapat diperoleh di alam saja, tetapi dapat juga dibuat sendiri. Membuat bakalan bonsai memerlukan ketelatenan dalam pemeliharaannya. Pembentukannya juga memerlukan waktu yang sangat lama. Namun, bakalan bonsai buatan sendiri sangat ideal karena bukan hasil dari tindakan perusakan lingkungan dan jumlahnya yang didapat banyak sesuai keinginan pembonsai. Membuat bakalan bonsai dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya yaitu: penyemaian biji, stek, cangkok, okulasi dan enten. Berikut ini akan dijelaskan masing-masing dari cara membuat bakalan bonsai tersebut.

1. Penyemaian biji

Bibit tanaman yang berasal dari biji sebenarnya bukan merupakan bakalan bonsai yang baik. Tanaman dari biji akan tumbuh sebagai pohon normal seperti di alam. Akan tetapi, tanaman dari biji sangat diperlukan untuk pembuatan bakalan bonsai dengan cara vegetatif (setek, cangkok, dan enten).

Menyemai biji memerlukan waktu yang cukup lama, bahkan banyak diperoleh tanaman yang tidak baik. Untuk mengatasinya, sebaiknya bagi pembonsai sebagai hobi menyerahkan kegiatan penyemaian biji pada pembibit bakalan bonsai. Namun, apabila akan melakukannya sebagai penjual bibit tidak ada salahnya kalau pekerjaan tersebut dilakukan sendiri. Bakalan bonsai yang dapat diperoleh dengan cara penyemaian biji yaitu: tanaman delima, kemuning, siantho, cemara, asam, jambu biji, jeruk, dan sawo.

Bakalan bonsai dari hasil penyemaian biji yang sudah bertunas
Sumber: Pessey & Samson 1992

Gambar 1 Bakalan bonsai dari hasil penyemaian biji yang sudah bertunas

2. Stek

Stek merupakan cara perbanyakan tanaman secara vegetatif dengan suatu perlakuan pemisahan atau pemotongan bagian tanaman (batang, akar, daun atau tunas) untuk ditumbuhkan menjadi tanaman baru. Terdapat tiga jenis stek di dalam budidaya tanaman yaitu: stek lunak, stek setengah lunak dan stek keras.

  • Stek lunak merupakan cara menyetek dengan bahan stek yang belum berkayu. Pada stek lunak bahan yang diambil berupa pucuk ranting atau cabang yang masih muda dan masih dalam masa pertumbuhan.
  • Stek setengah lunak juga hampir sama dengan stek setengah lunak yaitu menyetek dengan bahan stek yang belum berkayu. Hanya saja bahan yang diambil yaitu dari ranting atau cabang yang pertumbuhannya sudah terhenti dan batang serta daunnya mulai menua.
  • Stek keras merupakan cara menyetek dengan bahan berasal dari dahan yang sudah berumur sekitar setahun atau lebih.

Bakal bonsai yang dapat diperoleh dengan cara stek yaitu: tanaman Ficus, sawo durian, jambu biji, delima, jeruk, buni, dan murbai.

Membuat bakalan bonsai dengan cara stek
Sumber: Pessey & Samson 1992

Gambar 2 Membuat bakalan bonsai dengan cara stek

3. Cangkok

Cangkok merupakan salah satu cara pembiakan vegetatif buatan yang bertujuan untuk memperbanyak tanaman yang memiliki sifat yang sama dengan induknya. Mencangkok biasanya dilakukan dengan cara menguliti hingga bersih dan menghilangkan kambium pada cabang atau ranting sepanjang pada tanaman dikotil untuk kemudian dipindahkan ke dalam wadah lain saat akar telah tumbuh.

Membuat bakalan bonsai dengan cangkok akan lebih cepat tumbuh akarnya dibandingkan dengan cara stek. Bahan tanaman yang akan dicangkok merupakan dahan pohon yang sudah berkayu dan kulitnya mudah mengelupas. Bakal bonsai yang dapat diperoleh dengan cara mencangkok yaitu tanaman beringin, ulmus, asem, sawo dan jambu biji.

Membuat bakalan bonsai dengan cara mencangkokGambar 3 Membuat bakalan bonsai dengan cara mencangkok

4. Okulasi

Okulasi merupakan suatu teknik perbaikan kualitas tanaman dengan cara vegetatif buatan yang dilakukan dengan menempelkan mata tunas dari tanaman yang unggul ke batang tanaman lainnya. Bahan okulasi terdiri atas batang atas dan batang bawah. Batang bawah merupakan tanaman dari biji yang disebut juga dengan pohon induk, sedangkan batang atas (mata tunas) merupakan pohon penghasil entris (ranting yang diambil mata tunasnya). Tanaman yang dapat dijadikan batang bawah yaitu tanaman yang sudah berumur di atas satu tahun, sedangkan untuk batang atas yaitu dari ranting yang tampak agak tua, bentuknya agak bulat, warnanya agak keabu-abuan, dan kulitnya mudah terlepas dari kayunya.

Membuat bakalan bonsai dengan cara okulasiGambar 4 Membuat bakalan bonsai dengan cara okulasi

5. Enten

Pada dasarnya mengenten pada tanaman sama dengan melakukan okulasi. Perbedaannya terdapat pada bakal batang atasnya. Pada okulasi batang atasnya berupa mata tunas, sedangkan batang atas pada enten berupa sepotong ranting.

Membuat bakalan bonsai dengan cara mengenten
Gambar 5 Membuat bakalan bonsai dengan cara mengenten

Sumber:

Hardiansyah B. 2006. Membuat dan Mempercantik Bonsai untuk Pemula. Jakarta: PT AgroMedia Pustaka.

Paimin FB, Nazaruddin. 1992. Seni Bonsai Lanjutan. Jakarta: Penebar Swadaya.

Pessey C, Samson R. 1992. Bonsai Basics: A Step-By-Step Guide to Growing, Training and General Care. New York: Sterling.

Sigit S. 1993. Bonsai: Cara Membuat dan Merawat Pohon Mini. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

 

Check Also

Latar Belakang Spiritual dari Bonsai

Seni bonsai pertama kali muncul di Cina sedangkan kata bonsai berasal dari bahasa jepang. Seni …